Posts

Showing posts with the label NoTulen ILK

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 19 Maret 2017 (Fenomena Ibu-Ibu Sosmed)

Kang Maman – Fenomena Ibu-Ibu Sosmed Ind one sia adalah negara nomor lima paling cerewet di Twitter, dan Jakarta nomor satu di dunia, 15 tweet per detik—dan tidak ada bedanya laki-laki dengan perempuan. Dan, perempuan punya hak untuk bersuara, kata Karput [Kartika Putri], melalui medium apa saja, sebagaimana kaum pria. Galak—jika dimaknai sebagai lantang dan berani bersuara, tak boleh mendiamkan segala ketidakadilan—boleh, bahkan teramat boleh. Apalagi untuk meneriakkan dan melawan ketidakadilan. Contoh sederhana, jika kita dua jam saja menonton televisi hari ini, pada saat bersamaan, ada tiga perempuan di Ind one sia yang mengalami kekerasan seksual. 35 menjadi korban setiap hari! Dan persoalannya bukan persoalan rok mini, tetapi persoalan otak mini para pelakunya . Dan kaum lelaki pun tidak boleh tinggal diam terhadap fenomena ini. Karena kekerasan seksual, bukan persoalan perempuan semata, tapi persoalan kemanusiaan . Persoalan dan penyebab kekerasan, sekali lagi, bukan rok mini, j...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 18 Maret 2017 (Investasi Bodong)

Kang Maman – Investasi Bodong OJK mencatat, sedikitnya ada 406 perusahaan, yang diduga menawarkan investasi bodong, dengan iming-iming keuntungan atau bunga yang tak masuk akal. Bunga yang tak masuk akal itu mulai dari 5% per bulan atau 60% setahun. Dan, ucap Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (OJK) di akhir 2016, dari data kasus investasi bodong, sedikitnya kerugian yang timbul mencapai 45 triliun. Kasus-kasus itu terjadi karena masyarakat mudah tergiur untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Lupa: besarnya iming-iming sebangun dengan tingginya risiko . Jadi, semua yang berlebihan mudah menggiurkan, semua yang menggiurkan mudah menyilaukan. Saking silaunya, huruf ‘b’ tak terlihat. Terbaca untung , padahal buntung . [segmen 2] *** Sekali lagi, jangan mudah goyang dan goyah oleh selangit janji manis. Semua yang berlebihan mudah menggoyangkan, gampang menggelincirkan. Dan untuk para penipu di kasus investasi bodong, ada satu pepatah Bugis yang seperti ini: “ Berlak...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 12 Maret 2017 (Wanita Cantik Karya Cantik)

Kang Maman – Wanita Cantik Karya Cantik Perempuan di media selalu disorot dari kacamata 5-P. Dan 4-P yang selalu diutamakan adalah, dianggap hanya sosok yang sibuk di urusan p inggan, p eraduan, dan p igura; semata memasak di dapur, memuaskan di ranjang, dan harus selalu tampil cantik—lebih cantik dari yang dipigurakannya sendiri. Juga harus gaul, masuk di dunia P keempat: p ergaulan, agar bisa menyeimbangi pembicaraan pergosipan di sekelilingnya. Itu saja yang di- eksplor habis-habisan di infotainment . Semata urusan privat. Lalu kita lupa, bahwa banyak perempuan yang juga menjalankan fungsi P yang kelima: p ilar. Berkarya di ruang publik. Menjadi dinding dan tiang, yang menegakkan atap rumah agar tak ambruk menutup lantai. Bahkan menjadi tiang negara yang mampu membawa nama baik bangsanya dan membanggakan negerinya, seperti sosok-sosok yang tampil malam ini, penuh prestasi. Malam ini Ind one sia Lawak Klub kembali mengingatkan: Per empua n, ibu, juga pilar, tiang bangsa. [segmen 4] ...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 5 Maret 2017 (Indonesia Cantik)

Kang Maman – Ind one sia Cantik Cantik itu anugerah. Mensyukurinya, mesti jauh lebih tinggi dari sekadar menikmatinya. Dan kalau tadi kita jeli menyimak, ada kalimat Kang Denny yang menarik dilontarkannya di segmen pertama tadi, “Bahagia itu, kalau kita menikmati dan mensyukuri sepenuh hati apa yang terberi.” Bukankah manusia itu makhluk Tuhan yang paling sempurna? Jangan pernah ingkari dan khianati nikmat itu. Wajah cantik mungkin bisa membuat orang jatuh cinta kepadamu. Kepribadian cantik, insya Allah akan membuat orang setia bertahan di sisimu. Dan untuk Kiky Inggar, tadi teman-teman mengingatkan: Duniamu tidak berakhir hanya karena kamu disebut tidak cantik. Duniamu baru akan benar-benar berakhir jika kamu sibuk mencela dirimu sendiri . Jadi, hidup ini begitu indah untuk kita nikmati bersama . [segmen 2] *** Soal pembangunan, ada idiom sederhana: “ Pemimpin itu mau keringatan, bukan kering ingatan pada rakyatnya jika sudah terpilih . Dan sadar penuh, adil itu Pancasilais, tegas di ...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 4 Maret 2017 (ILKSiana)

Kang Maman – ILK-Siana Betul kata Kang Ronal, kunjungan raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, ke Ind one sia adalah kunjungan raja Arab Saudi kedua ke Ind one sia setelah Raja Faisal ibnu Abdul Aziz as-Saud pada 47 tahun silam, tepatnya Rabu, 10 Juni 1970, yang saat itu disambut oleh Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto di Istana Merdeka, Jakarta. Adab bertamu dan menjadi tuan rumah adalah gambaran keberadaban—tadi sudah disinggung oleh Kang Denny. Karenanya kita diajarkan, ada adab bertamu dan menerima tamu. Siapa pun tamu itu, baik raja maupun rakyat jelata, juga siapa pun tuan rumahnya, kata Mas Tarzan, harus saling menghormati dan berbuat kebaikan. Karena kita diajarkan, seperti dalam Quran surah Al-Isra’, “ Jika kamu berbuat baik, berarti juga berbuat baik bagi dirimu sendiri .” Dan tertuang dalam hadis, “ Setiap kebaikan adalah ibadah .” Selamat datang, sahabat Ind one sia . [segmen 2] *Segmen 2: Heboh Kedatangan Raja Salman *** Satu kalimat saja: Tuan dan puan...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 26 Februari 2017 (Cerita Cinta)

Kang Maman – Cerita Cinta Cinta itu memberi, nafsu itu menuntut. Dalam hal LDR, jarak itu, kata Ronal, cuma angka. Jauh bukan masalah jika hati sudah senada. Bagai matahari kepada bumi. Meski jauh jarak keduanya, 149,6 juta kilometer, mentari tak pernah berhenti menerangi bumi. Kala ia terbenam bersembunyi, ia sinari rembulan dan menemani malammu. Dan esok, ia hadir sepenuh setia kembali menerangi, menghangatkan bumi. Jadi, sekali lagi, LDR bukan sebuah kemustahilan untuk tetap bahagia. Tipsnya tadi disampaikan oleh Gading, yang bisa dinadakan lewat lirik lagu Katon Bagaskara, di lagu “ Cinta Putih ”: Saling mengisi dan jadikan percaya yang utama . Lalu padukan dengan lantunan lagu Chrisye: Walau ke ujung dunia pasti akan kunanti Meski ke tujuh samudra pasti ku 'kan menunggu Karena kuyakin kau hanya untukku [segmen 2] *Segmen 1: Diselingkuhi karena LDR **Segmen 2: Menikah Muda dan Penikahan Mewah *** Sekali lagi, jodoh tak mengenal usia. Jodoh hanya mengenal cinta, semoga setia d...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 25 Februari 2017/8 Januari 2017 (Wali Band & Panelis ILK “Cari Jodoh”)

Kang Maman – Wali Band & Panelis ILK “Cari Jodoh” Napas lagu-lagu cintanya terasa sekali. Teringat tadi lagu “ Cari Jodoh ”, “ Ada Gajah di Balik Batu ”, juga saya teringat pada lagu “ Cabe [Cari Berkah] ”-nya Wali: Punya rezeki, bagiin Bantu yang susah, tolongin Oh jadi miskin? Gak mungkin, Allah yang jamin Hidup indah bila mencari berkah Ya Allah Tuhan kami, berkahi hidup ini Sampai tua nanti dan sampai dan sampai dan sampai kami mati Seharusnya cinta itu pun seperti itu. Ikhlas, tulus, dibawa sampai mati . Dan sampaikan pada kekasih hatimu: “Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan, penjarakan aku di hatimu satu selamanya sampai mati.” [segmen 2] *** Awas, ya, cinta itu amanah Jangan kau khianatinya Bila kau serius, jawablah pertanyaanku Demi apa kau sayang padaku? Demi apa kau cinta padaku? Demikian kutanya padamu Demi apa, sayangku? Kalau sudah ditantang seperti itu di lirik “ Cinta Itu Amanah ”-nya Wali, jangan pernah mundur dan kendur hanya karena takut patah hati dan tersak...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 18 Februari 2017 (ILK Spesial Armada)

Kang Maman – ILK Spesial Armada Mars para pekerja keras itu: “Kalau sudah cinta, kaki di kepala, kepala di kaki pun oke-oke saja.” Karena nafsu itu menuntut, tetapi cinta itu memberi utuh sepenuh jiwa dan raga. Siap berkorban, pergi pagi pulang pagi demi kekasih hati. Dan jika sudah sampai pada pertanyaan, “Mau di bawa ke mana hubungan kita?” Jawabnya hanya dua: akadkan atau tanggalkan. Jika diakadkan, saling menuggalkan, saling menguatkan jiwa, ‘aku’ dan ‘kamu’ menjadi ‘kita’, tanpa pernah memusnahkan ‘aku’ dan juga ‘kamu’. Dan jika ditinggalkan dan ditanggalkan, saling melupakan tak harus saling menghinakan, bahkan mari saling mendoakan . Karena cinta itu: Berbahagia melihatnya berbahagia, meski bukan milik kita lagi . [segmen 2] *** Lebih baik mana: aku punya ragamu tapi tidak hatimu atau aku punya hatimu tapi tidak ragamu ? Kata orang bijak, keduanya baik. Karena dengan ikhtiar sungguh-sungguh, keduanya bisa mengubah hal itu menjadi: “ Aku punya ragamu, aku punya hatimu, dan berdu...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 19 Februari 2017 (Aku, Kamu dan Dia)

Kang Maman – Aku, Kamu, dan Dia Banyak orang yang mengatakan, “Aku memilihmu bukan karena engkau yang terbaik, tapi karena aku tahu engkau mampu setia.” Lalu akad pun dilangitkan. Namun dalam kenyataannya, kesetiaan bisa meluntur. Banyak penyebabnya—tadi dipaparkan Cak Lontong dan Ronal. Dan kata kuncinya, dua—untuk tidak terjadinya perselingkuhan—kata Ronal: beri pengakuan, beri perhatian. Bukan saling meninggalkan, tapi saling menunggalkan. Kalau itu dilakukan, maka baik laki-laki maupun perempuan, akan mendendangkan lirik yang sama seperti yang dilantunkan Aura Kasih di awal tadi: “Kau adalah cinta yang terindah, yang membuat hatiku tenang.” Karena selingkuh itu menegangkan, setia itu indah dan menenangkan . [segmen 2] *** Dalam soal mencinta, teringat larik puisi yang pernah dituliskan Khrisna Pabichara: “Jika mencintaimu adalah kesalahan, penjarakan aku di hatimu, satu selamanya.” Namun terkadang, pintu sel hati itu terbuka dan bahkan sengaja dibuka. Ada yang pergi meninggalkan da...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 12 Februari 2017 (Traveling bikin Otak Bening)

Kang Maman – Traveling bikin Otak Bening Persis seperti yang diucapkan para traveler tadi, teringat pada Junko Tabei, perempuan pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak Everest, 8.848 meter di usia 36, yang juga sekaligus perempuan pertama di dunia yang menaklukkan puncak-puncak tertinggi di setiap benua yang kita sebut “ Seven Summits ”. “Begitu memutuskan berjalan, saya tidak akan pernah lagi ingin berhenti mendaki—dan tidak pernah akan berhenti—bahkan ketika saya telah melihat orang-orang tewas dalam kecelakaan di gunung.” “Tentu saja,” lanjutnya, “setiap kali hal itu terjadi sangat mengejutkan, tetapi hal tersebut tidak akan pernah menghentikan langkah saya untuk mendaki.” Hidup adalah perjalanan menuju pulang. Dan kita baru akan berhenti jika betul-betul telah berpulang—seperti Junko Tabei, baru betul-betul berhenti berjalan pada 20 Oktober 2016 di usia 77 karena kanker peritoneum. Jadi, yang bisa menyetop perjalanan seseorang adalah dirinya sendiri saat sudah menemukan ta...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 11 Februari 2017 (Prediksi tanpa Isi)

Kang Maman – Prediksi tanpa Isi Dengan bermodalkan tiga paslon yang memiliki nama-nama bermakna baik, kata Ronal, semoga siapa pun pemenangnya, bisa membawa tiga hal yang merupakan gabungan dari nama ketiga pasangan yang berlomba dalam ajang demokrasi di ibu kota tercinta ini. Jadi, siapa pun yang terpilih, semoga menjadikan Jakarta sebagai kota di mana sejuta asa ( A nies- Sa ndi) bisa diwujudkan, menjadi kota yang semakin kuat laksana baja ( Ba suki-D ja rot) dalam menghadapi segala tempaan, dan menjadi kota yang punya sejuta manfaat laiknya asi ( A gus- S ylv i ) bagi warganya dan juga bagi negeri tercinta. Dituntut kebesaran hati untuk menerima hasil dari proses demokrasi bernama pilkada itu. Dan kebesaran hati, salah satu wujudnya adalah dengan tidak menyebar fitnah. Barang siapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya. Dan terhadap tukang fitnah, memaafkan adalah kemenangan terbaik. Dan kalaupun mau balas dendam terhadap tukang fitnah, pemimpin ...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 5 Februari 2017 (Muda vs Tua)

Kang Maman – Muda vs Tua Nostalgia mengandung melankoli , tapi juga mengandung penghiburan. “Parfum masa silam”, membuat para perindu sering berbahagia sehingga tak jarang lahir pernyataan, “Masa muda kami lebih berwarna dari kalian; masa muda kami lebih santun dan beretika daripada kalian.” Padahal, setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Tak bisa dibanding-bandingkan, tak bisa dibeda-bedakan, cuma bisa disandingkan sebagai bagian dari rangkaian perjalanan sejarah . [ HIS tory + MY story = our s tory ] [segmen 2] *** Saat menanyakan PSPB tadi, Kang Denny menyinggung tentang sejarah. Tahukah teman-teman bahwa Jenderal Soedirman [EYD: Sudirman] gugur demi bangsa di usia yang masih sangat muda, 34 tahun lebih lima hari? Thomas Matulessy (Patimura), juga gugur di 34 tahun. Bahkan, Christina Martha Tiahahu, gugur demi tanah ini di usia masih 18 tahun kurang dua hari. Jadi, tua atau muda itu bukan semata persoalan usia. Tapi apakah kamu merasa bisa, atau kamu bisa merasa. ...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 4 Februari 2017 (Kompetisi Jadi Gubernur)

Kang Maman – Kompetisi Jadi Gubernur Semua juga tahu, demokrasi itu popularity contest . Tetapi dalam debat, tadi diingatkan oleh Ronal, sungguh keblinger kalau mengira rakyat tak pinter dan masih mudah dikelabui. Dan kalaupun ada yang tak pinter , dia toh kelak akan jadi rakyatmu juga yang harus kaubuat pintar. Jadi, jangan biasakan sedari awal sudah membikin mereka tersesat. Dan, yakini: Sebodoh apa pun rakyat, rakyat cukup melek untuk bisa membedakan mana data, mana fakta, mana yang cuma permainan kata, diksi atau fiksi. Karenanya, mereka juga akan tahu: Pemimpin baik itu yang tidak cuma bermain kata, tapi diyakini mampu berkarya nyata . [segmen 2] *** Kepada calon pemimpin, panelis kita mengingatkan betul: Rakyat tak butuh bentakan mulutmu. Rakyat butuh entakan karya nyatamu yang bermutu . Betul, jika ingin melihat indahnya fajar, mesti melalui gelapnya malam. Tapi Jalaluddin Rumi mengingatkan, “Karena cinta, amarah berubah menjadi keramahan.” Dan, tanpa cinta, anger bisa berubah ...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 29 Januari 2017 (ILK Perbincangan Publik)

Kang Maman – ILK Perbincangan Publik Dari segmen pertama dan kedua ini, kita dapat beberapa poin. Masihkah kami semua di sini bisa berharap, di era pilkada, di mana pun di negeri ini, yang kami dengar adalah kalimat: “Yang kuperlukan kasih sayangmu, bukan pedangmu, bukan lidah tajammu. Yang kami perlukan cintamu, bukan cacimu, bukan bencimu, bukan hoax -mu, dan juga bukan laporanmu.” Dan, kata kuncinya: Daripada saling lapor tanpa data dan tanpa verifikasi, asal bunyi, mbok ya ingat kata Ronal tadi, utamakan musyawarah. Katanya kita Pancasilais, kok lupa dengan sila-silanya? Dan kalaupun harus melapor, melaporlah secara objektif, bukan untuk ngobjek . [segmen 2] *Segmen 1 & 2: Lapor vs Lapor *** Presiden boleh saja meminta tukang cukur atau rakyatnya untuk memotong rambutnya bahkan memegang kepalanya agar penampilannya menjadi rapi. Sebaliknya, rakyat berhak meminta pemimpinnya untuk tidak memotong harapan mereka, tetapi mewujudkannya tepat di sasaran—seperti busur panah yang menan...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 28 Januari 2017 (ILK Spesial d'Masiv)

Kang Maman – ILK Spesial d'Masiv “ Thala’al Badru ”, nasyid kaum Anshor untuk menyambut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan penuh cinta. Thola’al badru ‘alaina ; wahai, bulan purnama yang terbit menerangi, engkau telah membawa kemuliaan kepada kota kami. Menyimak lirik-lirik lagu d'Masiv, terasa kalau cinta itu bukan kata benda, juga bukan kata kerja, tapi kata hati. Dan agar cinta tak membunuh, agar rindu tak mematikan tapi membangkitkan—seperti harapan Yuanita tadi—jawabnya satu: Dalam rindu dan cinta, selalu saling menguatkan, saling menungalkan. Tak terbesit sedikit pun niat untuk saling meninggalkan. Saling mengukuhkan, dan tanpa jeda saling mendoakan. Dan terakhir: Cinta itu bukan beri hamba uang, tapi beri hamba kasih sayang . [segmen 2] *** Kreativitas kampanye di negeri ini, katanya, kalau tidak “menjual kecap nomor satu”, yang memosisikan diri sebagai korban. Ronal usul, ayo dong bikin terobosan yang lebih elegan. Misalnya, mengakui diri sebagai sosok ya...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 22 Januari 2017 (Indonesia Lawak Kekinian)

Kang Maman – Ind one sia Lawak Kekinian Kenapa orang mempermasalahkan uang? Ternyata bukan soal warna, soal macam-macam yang ada di situ. Tapi dari dialog ini, ada tiga poin: [1] Seperti yang dikatakan oleh Kiky, uang tidak akan membuat Anda bahagia, tetapi ia bisa menenangkan saraf Anda. [2] Dan uang, seperti indra keenam, dan Anda tidak dapat menggunakan kelima indra Anda tanpa indra keenam itu. [3] Dan, jauh dari situ adalah satu: dunia berputar, dan porosnya adalah uang . [segmen 2] *Segmen 1 & 2: Heboh Uang Baru *** Semua umat Islam tentu berharap menyempurnakan rukun Islamnya dengan berhaji jika mampu. Karena di hadis jelas disebutkan, “Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” Jadi, siapa yang tidak mau masuk surga? Sehingga berbondong-bondonglah orang dari seluruh dunia untuk berhaji. Bahkan meski diwajibkan hanya sekali, ada yang menjalankannya berulang-ulang. Semoga daftar tunggu menuju Baitullah tidak terlalu lama lagi dengan adanya penambahan kuota haji untuk Ind...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 21 Januari 2017 (Di Balik Debat Pilkada DKI)

Kang Maman – Di Balik Debat Pilkada DKI Pertanyaan Kang Denny justru menarik, “Kenapa yang menonjol malah Ira Koesno?” Ini seperti mengirimkan sinyal. Debat, seperti umumnya dialog, kerap berakhir dengan dua-log atau tiga-log: saya dan lawan bicara saya seperti dua atau tiga pesawat [televisi] yang disetel berhadap-hadapan. Mereka tak mencoba mengerti saya dan saya tak mencoba mengerti mereka. Begitulah debat kerap terjadi. Dan jika kalian yang menontonnya tak mendapatkan manfaatnya, setidaknya syukuri. Karena kalian telah mendapatkan hiburan dari tiga tayangan TV dalam satu frame yang dinyalakan bersamaan. Tapi satu yang mesti kita ingat—tadi disinggung Hengky Kurniawan di awal: Kita boleh kehilangan apa saja, termasuk dalam debat dan menonton debat. Asal jangan kehilangan iman, persahabatan, harapan, dan impian . [segmen 2] *** Tentang cantik, tadi ada pesan yang menarik: Dunia tidak akan berakhir hanya karena kamu disebut tidak cantik. Tetapi duniamu akan benar-benar berakhir jika k...

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 15 Januari 2017 (ILKSiana)

Kang Maman – ILK- siana Kata kunci Cak Lontong: keterbukaan. Jadi, semata gambaran sebelum ke notulensi . Anggota PBB itu ada 194 negara. Di tahun 2013 saja, sudah ada 6,5 juta TKI yang bekerja di luar negeri di 142 negara. Dan satire Kiky Inggar mengatakan tadi, carilah ilmu hingga ke negeri Cina, dan carilah kerja hingga ke negeri Ind one sia. Ini sebenarnya sentilan tajam. Orang asing menganggap negeri ini sepenggal surga yang diturunkan ke muka bumi, negeri penuh harapan, sehingga datang beramai-ramai ke sini. Sementara banyak dari kita yang justru menyia-nyiakan zamrud khatulistiwa ini. Jadi tadi Kang Ronal mengingatkan: Jaga, rawat, rajut negeri ini dengan sepenuh hati, beri kemampuan dengan segenap cinta dan seluruh kemampuan diri, jangan mau kalah dari orang lain, kata kuncinya: kompetensi. Soal pekerja asing, nggak usah sumbu pendek, jangan gampang termakan hoax , juga jangan ada dusta. Kalau ada bilang ada, kalau tidak melanggar akui tidak melanggar, kalau melanggar ya tind...